Sekilas tentang Hari Bhakti TNI AU (29 Juli)

Ada apa emangnya tanggal 29 Juli?? Hari berdirinya NASA? Ulang tahunnya Simon Santoso? Pemutaran perdana Harry Potter seri terakhir?

Well… err… itu bener juga sih. Tapi, bagi TNI AU khususnya dan bagi bangsa indonesia hari ini SPESIAL karena…

Pada 29 JULI 1947, untuk pertama kalinya, Belanda tahu kalau inlanders juga bisa menyerang dari UDARA.

29 Juli 1947, pukul 05.00, AURI melancarkan operasi balasan atas serangan udara Belanda pada 21 Juli 1947. Untuk pertama kalinya Tentara Indonesia MENGHAJAR pangkalan Belanda tanpa perlu menginjak tanah. Ini susunan personilnya:

Mulyono (Pilot) – Dulrachman (air-gunner) – Pesawat Guntei

Sutardjo Sigit (Pilot) – Sutardjo (air-gunner) – Pesawat Churen

Suharnoko Harbani (Pilot) – Kaput (air-gunner) – Pesawat Churen

Dengan pesawat BEKAS yg baru diperbaiki SEHARI sebelumnya (dan hey, pesawat itu bahkan TIDAK PUNYA RADIO utk berkomunikasi dan ada yang harus menggunakan TANGAN untuk menjatuhkan BOM! O God be with them), kadet-kadet muda tersebut sukses mengebom pangkalan Belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa, dan kembali ke Maguwo dengan selamat.

Kegembiraan atas suksesnya operasi berlangsung singkat.

Siangnya, pesawat carteran Dakota VT-CLA (yg membawa obat-obatan sumbangan Palang Merah Malaya kepada Palang Merah Indonesia) yang dikemudikan pilot Australia Alexander Noel Costantine dan Roy Hazelhurst meninggalkan Singapura pada pukul 13.00 menuju Pangkalan Udara Maguwo.

Setelah terbang lebih kurang tiga jam, pesawat Dakota bersiap untuk mendarat di lapangan terbang Maguwo, dan tiba-tiba muncul dua pesawat P-40 Kittyhawk kepunyaan Belanda, dan “Hey, itu kan pesawat carteran inlanders, kenapa tidak kita kerjain aja”. “Eh tapi mereka pesawat obat-obatan”. “Bodo amat. Sikaaat!!!”. Tanpa basa-basi mereka memberondong Dakota dengan senapan mesin.

Akibatnya pesawat Dakota oleng karena mesin sebelah kiri terkena tembakan, dan JATUH di pematang sawah di desa Ngoto, Bantul sebelah selatan kota Yogyakarta.

Seluruh awak Dakota dan penumpang lainnya gugur, mereka adalah  Ny. A.N. Constantine, Bhida Ram (juru tehnik), Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, Komodor Muda Udara A. Adisutjipto, Opsir Muda Udara Adi Soemarmo Wirjokusumo, dan Zainal Arifin. Satu-satunya penumpang yang selamat adalah Abdulgani Handonotjokro.

Indonesia pun berkabung. Namun, keberhasilan serangan udara oleh Indonesia memberikan PUKULAN psikologis dan TENDANGAN ke pantat yg telak bagi militer Belanda dan sekaligus menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia ADA dan MELAWAN.

Kedua peristiwa tersebut menunjukkan pengabdian Tentara Indonesia, AU khususnya, dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Untuk itulah pada tanggal 29 juli setiap tahun seluruh warga TNI AU memperingatinya sebagai “Hari Bhakti”.

Semoga seluruh warga negara Indonesia bisa mengambil pelajaran positif dari perjuangan para pahlawan kita. Dan semoga TNI AU dan seluruh unsur TNI semakin jaya di masa yg akan datang.

 

C. P. Akbarifutra adalah seorang WNI dan seorang penggemar karya Matthew Inman. Anda dapat mengikutinya di Twitter

Untuk badassery dari Indonesia lainnya, cek Empat “Badasses” dari Nusantara Kuno (Part 1)

Jangan lupa :

untuk mendapatkan informasi seru dan lelucon kampoeng LANGSUNG di newsfeed, timeline, atau email Anda.


Ingin menulis racauan gila bersama kami? Kunjungi tautan ini atau kirim email ke boshansip@theposkamling.com

Kegilaan Terkait

Sekilas tentang Hari Bhakti TNI AU (29 Juli)

OMG! Tidak punya FB? Tetap tinggalkan komentar

  

  

  

Kamu dapat menggunakan tag HTML ini

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>