7 Tips Ampuh Lulus Kuliah dengan Segera

Banyak orang bilang, masa SMA adalah masa yang paling indah. Tapi jarang (atau malah tidak ada) orang yang bilang kalau masa kuliah adalah masa yang indah. Mengapa demikian? Padahal, setiap tahunnya ratusan ribu orang bersaing untuk masuk ke universitas favorit. Mereka (termasuk gue) belajar setengah mati, juga ikut bimbel yang biayanya gak murah, agar bisa mengerjakan soal-soal UMPTN, SPMB, SNMPTN, UM (whatever they named it), sembari diiringi doa yang tulus dari orang tua. Segala cara ditempuh demi merebut satu kursi di Universitas idaman. Mereka berebut masuk tanpa mengetahui apa yang menunggu di dalam.

Tapi apa yang terjadi setelah itu, justru adalah masa-masa suram. Sungguh Ironis. Tugas seabrek, quiz, responsi, praktikum, ujian, skripsi ataupun dosen killer pelit nilai terus menghantui kehidupan seorang mahasiswa, yang dulunya indah semasa SMA. Percayalah, walaupun masuknya susah, kebanyakan (bahkan semua) mahasiswa tidak mau berlama-lama di kampus.

Tidak masalah kalau kemampuan otak kalian di atas rata-rata. Lulus kuliah tepat waktu merupakan perkara mudah. Tetapi untuk segelintir kaum marjinal yang kemampuan otaknya tidaklah sebagus para calon profesor, perkara lulus kuliah tepat waktu adalah masalah pelik. Teman seangkatannya hampir semua sudah bergelar Sarjana, tapi mereka malah bergelar M.A. (Bukan Master of Art, melainkan Mahasiswa Abadi).  Malah ada beberapa yang tidak beruntung (juga karena tidak usaha) terseret arus DO (Drop Out). Beberapa di antaranya kemudian memilih pindah kampus lain untuk melanjutkan asanya mendapatkan ijazah. Bahkan, yang lebih menyedihkan, segelintir mahasiswa DO ada yang gak cuma sekedar memilih untuk pindah kampus, tapi memilih pindah alam karena frustasi. Payah. Memalukan. Dosa Besar.

Masalah ini sebenarnya tidak perlu terjadi andaikan mereka (para MA dan MDO) tahu dan menerapkan cara-cara ampuh untuk bisa lulus kuliah dengan segera. Tentunya belajar adalah syarat mutlak. Akan tetapi , kompleksnya dinamika kehidupan kampus yang kejam, membuat belajar saja kadang tidak cukup untuk bisa lulus tepat waktu.

Tapi tenang, tak perlu panik, berikut akan gue paparkan tips-tips yang perlu dilakukan dalam mengarungi kehidupan kampus, agar bisa lulus dengan sukses. Tips-tips ini tidak sembarangan gue buat. Melainkan telah melalui riset secara mendalam berdasarkan pengalaman gue dan teman-teman gue yang telah berhasil lulus. Secara khusus gue persembahkan tulisan ini untuk para mahasiswa semester 10 ke atas, agar terhindar dari DO dan sesegera mungkin keluar dari siklus kehidupan kampus yang suram. Bagi yang masih semester 10 ke bawah, tetaplah membaca, karena sedini mungkin kalian mengetahui dan menerapkan tips-tips ini, akan semakin baik untuk menyongsong kelulusan yang cemerlang. Because who knows, someday perhaps you will be one of them  (MA dan MDO).

 

1. Tetapkan target

Hidup ini akan berjalan tanpa arah kalau kalian gak punya tujuan dan target. Demikian juga dengan kuliah. Apa tujuan kuliah? Lulus. Jawaban yang masih abstrak. Seharusnya pertanyaan itu ditambah. Mau lulus berapa semester? Hal ini penting, agar kalian bisa merencanakan perjalanan kuliah kalian.

Sejak sekarang, tetapkanlah target berapa tahun kalian akan lulus. Tapi ingat, dalam menetapkan target, harus realistis. Kalau kalian termasuk mahasiswa dengan IQ tinggi di atas rata-rata, 7 atau 8 semester adalah target yang realistis. Tapi kalau sebaliknya, kemampuan otak pas-pasan, better you think it again. Mission Impossible cuma bisa dilakukan oleh Tom Cruise. 9 atau 10 semester mungkin pas.  Cuma kalian sendiri dan Yang Maha Kuasa yang tahu kemampuan dasar kalian. Jadi, intropeksi diri sendiri, dan tetapkanlah target yang menurut kalian realistis untuk dicapai. Lebih sip-nya, tulislah di selembar karton ukuran A2, dan tempel di dinding kamar. Ini akan memotivasi kalian.

Kalau dirasa kurang memotivasi, tambahkan embel-embel hal-hal menyenangkan apa saja yang bisa kalian lakukan setelah lulus, semisal nikah muda. Hal ini sangat efektif memacu semangat kalian untuk bisa lulus dengan cepat. Karena kalau kalian lulus lama, keburu Arumi Bachsin disamber orang lain. Tentu kalian semua tidak rela, bukan? Setelah itu, mulailah berikhtiar untuk bisa lulus sesuai target. Ingat, Arumi menanti kalian di ujung sana!!

 

2. Teman Sekelas yang Rajin. Gender Tidaklah Penting.

Dunia perkuliahan itu kejam, sobat. Gue tekankan pernyataan ini berkali-kali. Karena itu, akan sangat meringankan beban kalau kalian punya seseorang yang bisa diandalkan dalam melalui ini semua. Mengapa tips-nya gak cari pacar yang sekelas aja? Kan lebih enak daripada sekedar sahabat? Juga bisa memotivasi kita buat datang ke kampus tiap hari? Well, tips seperti itu kurang aplikatif, kawan. Karena bagi kaum fakir asmara dan jomblo putus asa yang payah, mencari pasangan justru jauh lebih sulit daripada lulus kuliah. Bagi mereka, memahami wanita jauh lebih susah daripada memahami fisika. Karena gue gak mau berlaku diskriminatif dalam memberi tips, tips mencari pacar gue buang jauh-jauh.

Lalu, mengapa harus yang rajin? Banyak alasannya. Mahasiswa rajin selalu ingat jadwal kuliah, sehingga dia bisa mengingatkan kalian setiap saat ada kuliah. Mahasiswa rajin rela merogoh koceknya untuk membeli buku atau modul kuliah, sehingga kalian bisa meminjamnya ketika membutuhkan. Mahasiswa rajin selalu mencatat, sehingga kalian bisa meminjam catatannya untuk di-fotokopi menjelang ujian. Mahasiswa rajin gemar menyelesaikan tugas, jadi kalian bisa pinjam tugasnya untuk dijadikan contoh. Mahasiswa rajin biasanya pintar, sehingga kalian bisa belajar bersamanya menjelang ujian. Mahasiswa rajin biasanya pintar, sering bersamanya akan membuat kalian juga dianggap mahasiswa rajin dan pintar oleh masyarakat kampus. Keren. Percayalah, pencitraan itu penting, sobat. The last but not least, mahasiswa rajin selalu datang kuliah, sehingga kalian bisa titip absen ke dia kapanpun kalian lagi males kuliah atau sedang berhalangan. Hal-hal inilah yang tidak bisa kalian harapkan dari mereka yang kurang rajin.

Mengenai bagaimana cara mendekati mereka, gue gak akan membahasnya disini. Semua terserah pada kalian. Satu aja pesan gue, jangan pernah memberikan kesan bahwa kalian hanya datang menemuinya cuma kalau lagi butuh. Itu menyebalkan.

 

3. Menjadi Komting/Ketua Kelas

 Apapun istilahnya di kampus kalian, jabatan inilah yang berfungsi sebagai pemimpin kelas, sekaligus menjadi penghubung kelas dengan dosen pada suatu mata kuliah. Jabatan yang sangat prestisius. Sepanjang pengalaman gue kuliah di 2 kampus yang berbeda, asalkan gak parah-parah amat dalam proses kuliah, seorang komting/ketua kelas hampir bisa dipastikan akan lulus mata kuliah bersangkutan. Ya..minimal C dapat lah. Mengapa bisa begitu?

Dengan menjabat sebagai komting/ketua kelas, kalian akan kenal, sering berhubungan, dan pada akhirnya menjadi dekat dengan para dosen. Hal inilah yang memicu para dosen yang budiman itu gak tega untuk memberi kalian nilai E. Apalagi kalau kalian adalah tipe penjilat bermulut manis, nilai A bukan lagi suatu hal yang mustahil walaupun tanpa belajar mati-matian. Kuncinya ada pada kelihaian kalian untuk merebut simpati para dosen.

Dengan segala kelebihannya ini, hampir dipastikan jabatan ini menjadi incaran banyak pihak. Karena itu, kalian harus pintar menebar pesona ke seluruh teman sekelas agar kalian bisa terpilih menduduki jabatan ini. Kalian bisa mencontoh langkah langkah para politikus ulung ketika tengah berkampanye menyambut Pemilu/Pilkada. Tebar janji-janji manis kepada seluruh mahasiswa di kelas, misalnya janjikan untuk membantu uang jajan mahasiswa kos di akhir bulan, jaminan kesehatan untuk mahasiswa yang sakit, atau bantuan lobi dosen bagi mahasiswa yang di ujung tanduk (terancam DO). Tak usah terlalu pusing memikirkan bagaimana merealisasikan janji kalian nanti kalau terpilih. Sekali lagi, contohlah para politikus itu. Yang penting tebar janji dulu, raih simpati, dan kalau terpilih, realisasikan semampu kalian. Kalau tidak mampu, ya sudahlah. Yang penting kalian sudah punya jabatan.

Bahkan, apabila diperlukan, money politics dan suap-menyuap ala politikus juga bisa diterapkan. Ajak mahasiswa-mahasiswa berpengaruh di kelas untuk makan siang bareng. Kalau kebetulan lagi banyak duit, ajak ke Hanamasa. Kalau ternyata dana kampanye kalian minim, mie ayam pinggir jalan sepertinya sudah cukup layak sebagai tempat “perjamuan”.  Selesai makan, jangan lupa untuk menyelipkan “amplop” ke saku mereka. Besaran isi amplop sesuaikan dengan isi dompet kalian. Dengan cara-cara sedikit “kotor” seperti ini, kalian akan mulus melengang sebagai seorang Komting/Ketua Kelas.

Tapi ingat, jabatan ini juga bisa jadi bumerang kalau kalian tidak hati-hati. Jangan sampai membuat kesalahan besar nan fatal, seperti salah kirim sms jorok ke nomor dosen, misscalled dosen tengah malam, atau lupa menyebar info bahwa ada kuliah tambahan, yang menyebabkan dosen datang ke kelas tanpa ada satu pun mahasiswanya. Sekali Dosen berang, tamatlah riwayat kalian di mata kuliah tersebut, tak peduli sebagus apapun nilai kalian di ujian nanti. Kalah sebelum berperang. Memalukan.

Jadi, gue tekankan, dalam mengemban jabatan komting/ketua kelas, ingatlah untuk selalu bersikap baik dan santun. Percayalah, terkadang sikap yang santun lebih dihargai daripada otak yang cemerlang.

 

4. Dekati Pegawai Administrasi.

Apa untungnya? Sabar, kawan, gue akan kemukakan alasannya. Seperti yang kalian tahu, pegawai administrasi/bagian pengajaran/sekretariat kampus/pegawai TU or whatever they named it, adalah segelintir pegawai yang mengurusi soal tetek bengek administrasi perkuliahan, seperti data mahasiswa dan dosen, jadwal akademik, merekap absen, dan lain sebagainya. Mereka memegang peranan krusial dalam dinamika kehidupan kampus.

Lalu, mengapa harus dekat dengan mereka? Mungkin kalian tidak menyadarinya, tapi percayalah, manfaatnya sangat banyak. Gue akan sebutkan beberapa yang pernah kami (para wisudawan) alami.

Always listening, always understanding

Pernahkah kalian ketiduran di kelas, lalu ketika terbangun kalian tinggal seorang diri, kelas sudah sepi dan tersadar kalau belum tanda tangan absen? Urusannya jadi mudah kalau kalian dekat dengan pegawai administrasi. Cukup datangi mereka, ceritakan kronologis kejadian, dan sebagai rekan, mereka dengan ikhlas akan mempersilahkan kalian untuk menandatangani absen.

Pernahkah kalian terlambat mengisi KRS semester baru karena liburan ke luar kota, dan mendadak KRS-online ngadat, yang berakibat kelas dengan dosen favorit telah penuh, dan tinggal menyisakan kelas mata kuliah yang sama dengan dosen killer? Sekali lagi, cukup datang ke administrasi, dan memohon secara sopan kepada mereka, agar bisa diselipkan ke kelas dengan dosen favorit. Percayalah, dengan sedikit kemampuan lobi ala politikus, hal ini bisa dilakukan. Atau mungkin suatu saat kalian ingin sekelas dengan pujaan hati kalian, tapi terlanjur memilih kelas yang lain? Tak perlu khawatir lagi, cukup ulangi langkah di atas, mohon kepada mereka untuk ganti kelas, maka semuanya akan berakhir bahagia. Selain manfaat kemudahan dalam menghadapi kasus-kasus khusus tersebut, dalam mengurus administrasi rutin perkuliahan, biasanya akan menjadi jauh lebih mudah dan cepat.

Sebenarnya, kalaupun kalian tidak dekat dengan pegawai administrasi, urusan-urusan di atas tetap bisa diselesaikan. Tapi sepanjang pengalaman kami (para wisudawan), prosesnya akan sulit dan alot. Akan jauh lebih mudah apabila kalian dekat dengan mereka. Secara personal. Terbukti.

Lalu, bagaimana cara mendekati mereka? Cukup datangi mereka dan ajak ngobrol hal-hal ringan di kala santai atau istirahat siang. Obrolan seputar gosip selebritis selalu ampuh untuk dijadikan bahan pembicaraan. Selain itu, kalian juga bisa mencoba melempar topik populer lain, seperti sepakbola atau intrik politik dalam negeri yang sedang hangat. Atau yang lebih bagus, mengkombinasikan ketiganya, seperti : Julia Perez, artis sensasional itu, baru saja putus dengan Gaston Castano, striker asing yang cukup tajam di Liga Indonesia. Hal ini diduga dipicu oleh kedekatan Jupe dengan salah satu anggota dewan. Bombastis.  Supaya lebih akrab, sesekali traktirlah mereka makan. Bisa di hanamasa, kantin kampus, atau sekedar mentraktir gorengan di Koperasi. Ini hanya beberapa cara saja dalam pendekatan. Kalian bisa mengembangkannya sesuka kalian.

Bersambung ke halaman berikutnya…

Halaman: 1 2

Next »

Kegilaan Terkait

7 Tips Ampuh Lulus Kuliah dengan Segera

OMG! Tidak punya FB? Tetap tinggalkan komentar

  

  

  

Kamu dapat menggunakan tag HTML ini

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Ubi hell

    Aq sofie..tips2nya ok dan energi positif sngt bs mucul bgi para pembacnya.good luck jd konselor atau motifator muda ya..
    Intinya sih jka ign lulus kuliah cpt.bkn bljt dan berdoa saja.tp jgn jd mahasiswa terlalu radikal bgt di kampus.terkadang walupun dia cerdas ataupun pintar namun dia radikal bgt bs aja mengancam reputasi dia di kampus….heee

  • Madson

    Tenkyuuu jooooo

  • mantap tipsnya …
    terutama bagi mahasiswa br-IQ pas-pasan sepertiku…
    hohoho

  • Anonymous

    alahamdulilah bentar lagi sya lulus kuliyah,mohon doanya ya teman2, ini tif yang bagus. maksih