6 Mitos Tentang Otak Yang Kamu Semua Percaya

3. Makin tua otak makin busuk.

This one is a curious one. Di satu sisi kakek dan nenek kita sering terlihat linglung, melupakan hal-hal sepele, memanggil kita dengan nama ayah/ibu kita, dan sering sekali mengeluh bahwa dunia sekarang terlalu berisik. Berarti otak mereka menjadi jelek, bukan? Namun di sisi lain hampir semua pemimpin pemerintahan dan perusahaan adalah orang-orang tua. Albert Einstein di akhir hidupnya masih menulis rumus yang kita semua tidak mengerti itu apa dan Nikola Tesla meneliti sesuatu yang bernama Death Ray di akhir hidupnya! Yup, bukan salah tulis, DEATH Ray! Wow! Kenapa bisa begini???

Kakek2 ini? DEATH Ray???

Kebenarannya:

Ternyata selain orang-orang yang menderita penyakit seperti Alzheimer atau Dementia, sebenarnya otak orang tua tidak menjadi lebih buruk seiring berjalannya waktu. Bagian tubuh yang lain memang cenderung menjadi rapuh, tapi ternyata tidak dengan otak! Otak orang tua hanya akan bertransformasi secara struktur, menjadi sedikit berbeda dari otak anak muda.

So, Pak Hansip, apa penjelasannya kenapa mereka linglung dan sering meneriaki kami untuk diam atau mengurangi volume suara padahal kami hanya berbisik-bisik???

Tentang linglung, ternyata yang terjadi di orang tua adalah kemampuan mereka untuk mengingat recent memory berkurang, karena otak mereka sudah teroptimasi. Namun ternyata short-term dan remote memory mereka masih sama baiknya dengan orang muda, terutama yang sering digunakan, such as, thinking about politics for politicians. Dan karena mereka mempunyai pengetahuan yang lebih luas dari anak-anak muda, mereka lebih bijaksana dan tidak mudah terbawa. Maka dari itulah pembuat keputusan adalah orang-orang tua.

Needs a lot of concentration and vast knowledge to make a baloon-floated-house, u know.

Kalau tentang mereka sering merasa sekitar mereka ribut, itu adalah karena otak mereka dapat memproses semua hal yang terjadi dengan sangat cepat. Riset yang dilakukan oleh Harvard yang memberikan sebuah bacaan yang sesekali disisipi kalimat2 yang tidak berhubungan menunjukkan bahwa orang tua memproses lebih banyak informasi daripada anak-anak muda. Maka dari itu mereka lebih bijaksana dalam melakukan problem solving. Mereka memproses semua info yang tidak terdeteksi oleh otak anak muda dengan baik.

Nah, efek buruknya, mereka jadi sensitif terhadap semua hal yang terjadi. Sebuah obrolan di lantai bawah yang hampir tidak terdengar oleh kita dapat didengarkan dengan jelas oleh mereka. Maka dari itu mereka lebih memilih tinggal di tempat yang sepi. They have superhuman brain sensitivity yang kalian semua tidak punya!

Dumbledore is really the best headmaster for Hogwarts.

 

2. Kalo otak lu gede, berarti lu pinter.

Ini juga sering sekali diucapkan oleh ibu-ibu yang super optimis, “Waaah, kepala anakku besar ya,, pasti pinter nanti gedenya.”

Ehmmm,, nggak bu,, cuma bakal jadi aneh kok.

Kebenarannya:

Well if it’s true, then why the largest brain on earth, sang paus biru yang berotak 9 kilogram, tidak menjadi penguasa dunia, memperbudak manusia dan memaksa kita menyembah Moby Dick??

Pertama, selain untuk primata dan selain yang otaknya terlalu kecil, yang menentukan kepandaian lebih mungkin adalah rasio dari massa otak dan massa tubuh. Sebagai perbandingan, untuk manusia rasionya adalah 1:50, untuk mamalia lain sekitar 1:180, bahkan untuk ikan hiu sekitar 1:2496. Otak mengambil lebih banyak berat dari tubuh manusia daripada hewan-hewan lainnya. That means if your kid has a big head, but has a big body as well, he’s not a genius, he’ll probably be a bully kid.

Do you think the bigger head here is much smarter?

Yang kedua, walaupun memang menurut beberapa survei orang berotak lebih besar cenderung lebih pintar, namun ternyata tidak sesimpel itu kenyataannya. Ternyata yang membuat orang lebih pandai adalah ukuran dari bagian tertentu dari otak. Albert Einstein mempunyai ukuran otak yang sama dengan orang normal lainnya, tetapi bagian tertentu dari otaknya lebih besar dari ukuran normal, termasuk bagian2 yang mempengaruhi pemikiran matematis, and most of you don’t.

Jadi kalau otak Anda besar, tapi 50% dari isinya adalah Sasha Grey, (Editor’s note: link’s in Arabic so you won’t masturbate after reading this article), well, kalo isinya dia semua, you won’t get anywhere but porn sites.

Walaupun beberapa filmnya mengambil setting di sekolah.

But yes, talking about brain development will always spark this stupid argument….

 

1. Kita cuma pake 10% otak.

Humans have so much potential! Kita Cuma pake 10% dari kemampuan otak kita! Kalau kita dapat menggunakan lebih dari itu, lebih sedikit saja, wow! Kita dapat menjadi orang yang lebih jenius dari Einstein sekalipun! I WILL CHANGE THE WORLD! Kita tinggal harus menemukan obat yang sesuai agar kita dapat menggunakan otak kita sepenuhnya! I’ve seen it in those asskickin’ movies! De Niro never lies!!

Please, don’t tell us you believe in this movie....

Kebenarannya:

We’re really really really sorry to ruin your fantasy that you actually have that very very strong potential inside your head. Tapi beginilah kenyataannya. Maaf telah merusak mimpi Anda bahwa Anda bisa tiba2 jadi jagoan kalau saat yang tepat itu tiba. Sorry it won’t happen.

Mitos yang jelas2 salah kaprah ini dimulai di jaman sebelum ada piranti-piranti khusus untuk memonitor kerja otak, hmmm, sekitar awal abad 20 dan sebenarnya adalah tulisan seorang filsuf William James yang percaya bahwa, “Kita hanya menggunakan sedikit bagian dari otak kita.” Setelah mengalami filtrasi oleh media (doh, again??), dan untuk mendukung bisnis beberapa orang, kata2 ini berubah menjadi, “the average person develops only 10 percent of his latent mental ability.WOW! Media! SERIOUSLY????

Mitos ini juga sering diasosiasikan dengan orang2 terkenal yang disebut2 pernah mengatakannya. Albert Einstein disebut2 pernah mengatakannya untuk mendukung sebuah teori. Beberapa sumber mengatakan bahwa ini adalah misquotation, well, kami tidak menemukan apakah ini misquote atau bukan, but if he really said that, then we can say that there’s 1 time that Einstein is wrong :D

Not with Bradley Cooper. Most of the time he’s wrong.

If you really think about it, secara logika, kalau kita memang hanya menggunakan 10% dari otak kita, kenapa orang yang otaknya terluka sedikit sudah menjadi sangat sakit dan aneh? Kenapa kita tidak buang saja itu 90% yang tidak terpakai saat berevolusi? Atau kalau kalian tidak percaya evolusi, kenapa Tuhan memberi kita 90% bagian yang tidak berguna ini? We might as well remove it with plastic surgery if we really don’t need it.

OK, secara scientific. I’m sure some of you will still insist. Dengan kemajuan teknologi, sekarang kita juga dapat memonitor kerja otak; dan dari bermacam-macam penelitian yang dilakukan, peneliti2 sudah menyimpulkan bahwa ini adalah mitos belaka. Brain scans menunjukkan bahwa otak kita selalu aktif dan bekerja, entah apapun yang kita lakukan. Beberapa tempat memang lebih aktif dari yang lain, tapi pada manusia normal yang tidak mengalami penyakit otak, hampir TIDAK ADA bagian otak yang tidak digunakan. Bahkan pada saat tidur, bagian-bagian dari otak Anda bekerja, yang mungkin membuat Anda sesekali memimpikan Aura Kasih.

Kami yakin seyakin2nya itu adalah mimpi terindah Anda.

So, very sorry, kamu tidak punya hidden potential yang kamu dapat keluarkan dengan pil ajaib atau teknik khusus yang dapat membuatmu tiba-tiba mengerti mekanika kuantum atau biochemistry, whatever they mean.

What you can actually do is to teach your brain to study. Kalau Anda menghabiskan 15% waktu Anda untuk bermain video game (sok) mengasah otak, 15% untuk mendengarkan Mozart, 15% untuk mencari cara membesarkan otak, 15% untuk Facebook, 15% untuk membaca artikel2 rubbish di internet, 15% untuk memimpikan Aura Kasih, dan hanya 10% untuk actually studying, ya, jangan harap nilai ujian Math for Advanced Space Traveling with Chewbacca Anda minggu depan membaik.

 

 

 

 

What are you waiting for? Start study and work!

 

Oh, wait! Kami berharap agar Anda membagikan artikel ini kepada teman, tokoh masyarakat ataupun media massa, terutama yang pernah salah memberi informasi tentang otak dan atau kecerdasan. We have to stop stupid myths flowing from now. It starts with us :D

Penulis artikel ini yang sudah menyerah mencari cara memperbesar otak dapat ditemukan di website atau twitternya.

Thanks to 2 genius young doctors @indramahayana and wahyu_md.

Jangan lupa :

untuk mendapatkan informasi seru dan lelucon kampoeng LANGSUNG di newsfeed, timeline, atau email Anda.


Ingin menulis racauan gila bersama kami? Kunjungi tautan ini atau kirim email ke boshansip@theposkamling.com

Halaman: 1 2

« Prev

Kegilaan Terkait

6 Mitos Tentang Otak Yang Kamu Semua Percaya

OMG! Tidak punya FB? Tetap tinggalkan komentar

  

  

  

Kamu dapat menggunakan tag HTML ini

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>