6 Cara “Sh*tty” Memperlakukan Binatang a la Psycho Mantis

Sejak jaman Adam mulai tergoda untuk bercinta dengan tulang rusuknya sendiri, sampai saat anak2nya mulai bearanak pinak di bumi, sampai saat di Asia Timur sudah mulai ada orang kawin dengan dirinya sendiri, hewan selalu menjadi sahabat yg setia bagi manusia, baik di saat suka maupun duka, di dalam maupun di luar sistem pencernaan.

Sahabat setia akan selalu menjagamu tetap hangat.

Tidak diragukan lagi bahwa manusia adalah mahluk istimewa yg selalu bisa menciptakan cara baru yg inovatif dan ‘keren’ untuk mengambil ‘manfaat’ dari keberadaan mahluk hidup lainnya. Dan jika Anda (para binatang) sudah terlalu lama berteman dengan mahluk seperti ini, maka jangan ragu lagi bahwa selalu ada kemungkinan nasib Anda akan memiliki skenario se-sh*tty dan ‘seinovatif’ yg mereka (manusia) harapkan. Skenario-skenario yg Super Mega Sh*tty seperti:

 

1. Bear Baiting

TKP: Pakistan bagian utara

Sudah pernah menangkap beruang? Atau mungkin membunuhnya dalam suatu perburuan? Atau bahkan mungkin sudah pernah meng-upload foto kesuksesan kamu tersebut di social network agar setiap wanita (dan beberapa pria) yg melihat foto tersebut melenguh panjang, dan membuat pria lainnya menggeratakkan gigi menahan kedengkian?  Yaa, tidak setiap pria/wanita juga sih. Setidaknya bocah perempuan ini tidak.

Kalo soal melawan beruang, laki-laki ini melakukan lebih baik dari siapapun.

Namun menangkap atau sekedar membunuh beruang nampaknya dirasa kurang debonair bagi beberapa pria Pakistan di daerah Punjab, Sindh, dan Baluchistan. Pria2 ini lebih senang menyuruh beruang tersebut menari-nari ala zombie Agnes Monica dan ditonton bersama-sama, atau menyuruh beruang tersebut bertarung tiga menit melawan anjing.

Tiga menit.

Ya. Tapi si beruang terlebih dahulu di potong giginya dan dibuang kukunya, dan diikat di tengah lapangan dengan tali sepanjang 2-5 meter. Dan dia bakal dikeroyok oleh 2-6 anjing peranakan Pit Bull Terrier dengan anjing lokal Kohati. Tiga menit dalam sekali pertarungan, dan dalam sehari bisa sampai 3 kali bertarung.

Wait, what??

Punya badan besar dan hitam tidak membantu di tanah ini, kawan berbuluku.

Now, sounds like a pretty deep pile of sh*tty situation those clawless bears got there, eh? Biasanya setelah bertarung seharian, beruang2 tersebut akan pulang ke kandangnya masing-masing dengan lubang mulut dan hidung yang ‘lebih besar dan lebih berantakan’ dari sebelumnya saat mereka keluar dari kandang.

Still can’t imagine how damned mordoresquely sh*tty the situation is?  Coba Anda tonton video berikut ini kalo memang mau menghabiskan waktu Anda yg berharga lebih lama di theposkamling (Perhatian! Video berikut mengandung gambar2 tak berperike-binatangliardandilindungi-an yg eksplisit).

 

2. Bear Bile Farming

TKP: China, Vietnam, Korea

Tidak cukup puas dengan mempermainkan beruang ompong tak bercakar menggunakan anjing2 peliharaan mereka, manusia masih punya satu ide lagi yg lebih ‘kreatif’ dan ‘gila’ untuk binatang imut dan lucu (kalo lagi hibernasi) yg satu ini. Disuruh menari? Sudah. Disuruh bertarung? Sudah. Disuruh menemani tidur anak2? Sudah.

Dimasukkan ke lubang kloset? Sudah.

Beberapa orang bijak mungkin berpikir bahwa mahluk bernama beruang ini begitu besar, gagah, dan sehat sentausa. Dan, “Hey, rahasia kejumawaan mereka pasti tersembunyi di balik lapisan kulit mereka yg berbulu itu”. Dan pemikiran tersebut mungkin menjadi awal dari sebuah mimpi yg sangat buruk (kalau bukan yang terburuk) yg dapat dibayangkan oleh hewan yg pernah hidup di muka bumi ini.

Dimasukkan ke kandang yg sempit sesempit-sempitnya, ditusuk dengan pipa kecil di perut, dan diambil CAIRAN EMPEDUnya. Setiap hari, seumur hidup.

Wait, what?

Lagi-lagi, punya badan besar dan hitam benar2 tidak membantu di tanah ini, kawan berbuluku.

Mungkin mengambil cairan empedu beruang dari beruang yg sudah mati dianggap tidak efektif dan ekonomis, sehingga sejak tahun 1980an manusia2 bijak tersebut mulai berpikir untuk mengambil cairan empedu beruang tersebut sambil membiarkan mereka tetap hidup, supaya bisa terus dan terus menghasilkan.

Pekerjaan mengambil cairan empedu beruang saat si beruang masih hidup mungkin bisa menjadi pekerjaan terjantan bersimaharajalela yg cukup membuat Jack Churchill merangkak keluar dari kuburnya untuk mencoba, seandainya beruang tersebut tidak dikurung di dalam sangkar besi yg, for Bear Grylls’ God’s sake, sempit banget (biasanya berukuran 79cm x 130cm x 200cm).

Wait, mortals! Is it my home for the next 10-20 years?

Beruang yg sudah tidak bisa bergerak lagi tersebut akan dilubangi perutnya dengan sebuat pipa kecil (fistula) sepanjang kira-kira 5-7 inci. Setelah itu, hidup beruang pun akan berulang-ulang setiap hari dalam suatu lingkaran rutinitas penuh kepedihan dan kegilaan. Biasanya mereka akan ‘diperah’ dua kali sehari dan sekali perah bisa didapatkan 10-20 mL cairan empedu beruang segar (dijual dalam bentuk bubuk seharga US$ 410 per kg di China dan mencapai US$ 33000 per kg di Jepang).

Dan itu seumur hidup, dude.  Karena, jika para peternak itu menemukan si beruang sudah tidak produktif lagi menghasilkan cairan empedu (biasanya setelah hidup di dalam torture chamber ini selama 10-21 tahun), mereka akan membunuhnya dan menjual dagingnya, terutama telapak tangan/kakinya yg bisa dihargai US$ 175 per kg.

Terkadang kami tidak mengerti hubungan antara orang kaya dan selera makan yg aneh.

Dan ngomong-ngomong, populasi moon bear, beruang yg kita bicarakan dari tadi ini, saat ini diperkirakan berada dalam kisaran 50000 – 16000 ekor dan masuk daftar merah IUCN sebagai spesies yg rawan kepunahan. Jumlah itu termasuk 7000 ekor yg bekerja sebagai donor paksa di China dan 4000 ekor yg sedang mengadu nasib di peternakan di Vietnam. Beberapa ekor lainnya mungkin sedang berkelahi dengan pitbull di Punjab atau sedang breakdance di Baluchistan. Yg lain mungkin sedang bersembunyi di pelosok2 hutan, merencanakan makar terhadap umat manusia.

 

3. Seal Clubbing

TKP: Kanada

Kanada adalah salah satu negara yg terkenal sangat (atau bahkan paling) peduli dengan lingkungan. So green, so clean, so eco-effing-friendly their farts may smell like a couple of horny wood elves making love on the freaking grassland.

Legolas, is that you? And... Elrond??!!

Sekarang bayangkan sebuah negeri beriklim sedang yang hijau asri (di musim2 tertentu) di bagian selatannya dan senantiasa putih seperti wajah Michael Jackson di bagian utaranya, dan bayangkan ada sekelompok anjing laut dan bayi2 mungil mereka sedang bermain dan bersenang-senang di atas es. Dan tak lama kemudian datanglah segeromblan pria yg nampaknya ingin ikut bergembira dengan para anjing laut tersebut, menghabiskan musim dingin bersama, dan tiba2 pria2 tersebut menarik sebatang tongkat dari balik jaket mereka, dan dengan penuh kehangatan dan keceriaan mereka mengayunkan tongkat tersebut… ke kepala bayi2 anjing laut.

Wait, what??

Kawan mungilku, terlahir imut tidak akan cukup untuk menolongmu di tanah yg beku ini.

Seal-clubbing adalah olahraga khas pria2 jantan kedinginan dari Provinsi Nunavut, yg tak punya cukup uang untuk membayar tagihan gas untuk penghangat ruangan mereka, sehingga mereka mencoba menghangatkan diri mereka dengan cara… MEMUKULI KEPALA BAYI ANJING LAUT.

Ya, memukuli kepala mereka. Tidak, tidak dengan tangan kosong. Menggunakan alat. Bagi pria2 yg ingin ikut permainan ini dipersilakan memilih dua metode. Dipersilakan menggunakan tongkat pemukul yg tumpul (mirip tongkat baseball) yg panjangnya minimum 60cm, dan kemudian tinggal mengayunkan tongkat tersebut ke kepala bayi anjing laut seperti seorang juara. Boleh juga menggunakan sesuatu yg bernama Hakapik. Yang mana saja boleh, yang penting para pemainnya tetap senang dan tidak cedera otot saat bermain.

Dan yg penting juga, emisi gas rumah kacanya terkontrol.

Untuk tahun 2011 kemarin, pemerintah Kanada menetapkan kuota jumlah anjing laut yg dapat dibunuh selama musim perburuan sebanyak 468200 ekor. Cukup banyak, ya, untuk menemani pria2 Kanada bermain-main dan menghangatkan diri. Nice game you have there, eh, Eh-Holes?

 

Bersambung ke halaman berikutnya…

Halaman: 1 2

Next »

Kegilaan Terkait

6 Cara “Sh*tty” Memperlakukan Binatang a la Psycho Mantis

OMG! Tidak punya FB? Tetap tinggalkan komentar

  

  

  

Kamu dapat menggunakan tag HTML ini

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Recently the government has made all Kenyans register their phone numbers with the Communication Commission of Kenya, which should make it easier to track perpetrators.