5 Kemajuan BESAR Indonesia Yang Tidak Pernah Di-Blow-Up Media Massa

Kriminalitas di mana-mana, fastfood menghantui setiap rumah tangga Indonesia, seks bebas dan pornografi merajalela, politik semakin kacau, demonstrasi semakin rusuh, dan jutaan kegilaan lainnya setiap hari terpampang di layar kaca dan lembaran koran. Yeah, baby, kalau kita mengamati apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini melalui semua yang di blow-up media massa, sepertinya Indonesia sudah menjadi bangsa barbar yang super rusuh. Hell, twitter dan FB pun isinya kekacauan melulu. Mau dibawa kemana bangsa ini????

Gw sangat ingin melawan keinginan bikin joke tentang Armada Band di sini. Tapi,, tapi,, sorry guys….

OK, kita buang lagunya Armada dan beranjak serius. Sebenarnya ada beberapa fakta dan hal penting yang tidak pernah di blow up oleh media massa tentang kemajuan-kemajuan besar yang dicapai Indonesia. Maka di suasana yang masih berbau kebangkitan nasional ini (20 Mei, in case you’ve forgotten it), kami dengan senang hati memberitakannya kepada Anda. Kemajuan-kemajuan besar seperti…..

 

5. Kita benar2 lebih sehat sekarang

Kalau kita lihat di berita-berita tentang maraknya seks bebas (yang diklaim meningkatkan resiko AIDS dan beberapa penyakit lainnya), meningkatnya kasus penyakit aneh2: kanker, jantung, dan diabetes, harga obat dan rumah sakit yang semakin menggila, dll, wow! Sepertinya Indonesia benar2 sedang diuji kesehatannya oleh Yang Maha Esa. Hell, ga usah lihat media massa lah, jalan sedikit keluar rumah 100 meter aja, pasti kalian akan menemukan restoran atau warung cepat saji, entah yang internasional seperti McDonalds sampai yang lokal seperti MakDinar.

And this one. Beberapa pembaca berbahasa Jawa mungkin akan melihat ini sedikit……porno.

Kondisi yang mengakibatkan banyak orang menengok ke masa lalu dan berkata, “Aduh sekarang semua makanan nggak bener banget ya, coba itu orang2 jaman dahulu di desa2. Makanannya sehat, tanpa pengawet, hidup sehat sampai tua. Kalau makan fastfood terus, mau dibawa kemana kesehatan bangsa ini ya Tuhaaannnn?????”

 

The beautiful facts:

Mari kita mulai dari yang paling sederhana. Apa indikator utama kesehatan masyarakat? Kalau Anda menjawab “angka harapan hidup!” berarti Anda benar. Dan tahukah Anda seperti apa harapan hidup masyarakat Indonesia sekarang?

Meningkat 35% (18 tahun)dari tahun 1970. Yep. Tahun 70-an di mana semua dibilang masih ‘tradisional’ dan ‘sehat’. Saat Roy Marten dan Achmad Albar masih ganteng, belum kenal sama narkoba (atau belum ketahuan).

Sehat wal’afiat dengan bekas kecupan di dada!

Coba aja lihat di sini. Tahun 1972 angka harapan hidup Indonesia hanya 52 tahun dan sekarang sudah mencapai 70 tahun. Harapan hidup adalah rata-rata jumlah tahun hidup manusia di suatu daerah tertentu. Jadi rata-rata orang Indonesia bisa hidup sampai usia 70 sekarang.

Thus a new generation of supergrandpa is born.

Dulu, dengan harapan hidup 52 tahun, jika kakek Anda meninggal di usia 80, another poor bastard over there mati muda di usia 24 tahun, dan itu berlaku bagi semua orang.

Kenaikan ini berlangsung stabil dari tahun ke tahun sampai sekarang. Tahun 2012 ini harapan hidup manusia Indonesia secara statistik diperkirakan 72 tahun. And it’s not just for adults, angka kematian bayi juga menurun drastis, kematian bayi dan balita rata-rata turun sekitar 50%.

Kenapa bisa begini? Well, mungkin kita lupa bahwa dulu rakyat kita kekurangan gizi, obat-obatan, dan perawatan medis. Kita tidak bisa bilang ‘orang dulu makan tempe makanya sehat-sehat’saat sebagian besar orang tidak mampu membeli tempe dan makan jagung tiap harinya, apalagi kalau kita berpikir tentang perawatan medis dan obat.

Sekarang,obesitas malah menggila di tanah air, termasuk di keluarga miskin

Kalau kalian bilang sekarang orang2 mati karena kanker dan penyakit lainnya, well, pernahkah terlintas di kepala kalian kalau penyakit yang sekarang sudah biasa dan dapat disembuhkan dengan mudah, pernah menjadi momok bagi orang-orang jaman dulu? Penyakit-penyakit yang sekarang hampir sudah tidak pernah menghantui masyarakat Indonesia karena meningkatnya gizi, sanitasi, akses rumah sakit dan obat, imunisasi, dll. Kalian sudah jarang mendengar kasus beri-beri, busung lapar, polio, TBC dan campak penyebab kematian, dll, kan?

Penyakit-penyakit tersebut pernah menjadi momok di Indonesia dulu karena sifatnya yang infeksius (menular). Kalau teman sekelas Anda kena TBC (yang sudah berkurang separuhnya sekarang), well, pilihan Anda hanyalah berdoa lebih giat agar tidak ikut kena. Sekarang, kalau Anda kena diabetes atau penyakit ‘modern’ lainnya karena minum es teh manis 5 gelas tiap hari, keluarga Anda tidak akan tertular, kecuali jika semua melakukan kebiasaan minum es teh segalon seperti Anda. It’s a big difference. Dulu saat penyakit2 menular ganas menular masih merajalela kamu tidak punya pilihan untuk tidak sakit dan mati. But not now.

Ada perbedaan besar di mati kekurangan gizi dan mati kebanyakan minuman dewa.

Lagipula, berbicara tentang penyakit masa kini, tahukah Anda bahwa penderita 8 penyakit paling berbahaya di Indonesia, yaitu demam berdarah, malaria, campak, dan bahkan AIDS menurun hingga 66.43% dari jumlahnya di tahun kemarin?

Kenapa berita ini tidak pernah di blow-up media massa? DUIT. Membuat berita yang negatif lebih menguntungkan dan menaikkan oplah daripada berita positif. And people loves money.

Kami yakin masyarakat lebih tertarik membaca berita ini daripada website gila ini.

 

4. Kriminalitas menurun

“Itu Pak Hansip, coba lihat deh, pemerkosaan, pencurian, perampokan, penodongan bahkan penembakan merajalela. Supir angkot udah pada berani merkosa dan ngebunuh penumpang. Perampokan bank udah kayak film Hollywood. Tembak2an pake senjata otomatis. Gila ini dunia!”

Come here Hollywood! We’re the new Wild West!

The beautiful facts:

Angka kriminalitas menurun setahun terakhir ini di Indonesia. Sejak tahun 2009 kriminalitas tidak meningkat, dan sejak 2010 jumlah kriminalitas menurun sampai 10% lebih di negara kesatuan republik tercinta ini. Resiko penduduk terkena tindak pidana menurun 10% juga pada tahun 2011 kemarin.Bahkan Jakarta yang katanya sudah menjadi Sin City mengalami penurunan angka kriminalitas, walaupun tidak sesignifikan daerah lainnya.

We know, we know, pasti banyak yang bilang, “Oi itu datanya ga bener tuh, kan ada tuh tindak kekerasan oleh warga sipil atau ormas yang tidak dimasukkan ke dalam daftar “kriminalitas” oleh Pak Polisi, atau dimasukkan tapi dikecilkan, dalam arti yang ditahan jumlahnya hanya sedikit!”

Yah, kadang2 polisi memang harus dibantu memutuskan apakah ini kriminalitas atau bukan

Well, kita memang tidak menutup mata bahwa kadang-kadang ada. Tapi biasanya sih selalu ada yang ditahan.Tapi sebenarnya yang seperti itu juga sudah terjadi dari dulu jaman baheula. Nggak semua kerusuhan dikategorikan sebagai tindak kriminal, biasanya ya untuk melindungi kelompok atau pihak tertentu, atau untuk ‘menjaga ketertiban yang lebih luas’. In that case, kemelencengan data bisa kita anggap sama lah dari tahun ke tahun.

Dengan anggapan seperti itu, kalau kalian melihat data dari BPS untuk tahun2 sebelumnya, angka kriminalitas Indonesia sekarang, yaitu 296.146, belum pernah dicapai sejak tahun 2007. Yup, Anda tidak salah membaca. Angka kriminalitas belum pernah sekecil ini sejak 2007, angka sekarang ini malah cenderung mendekati angka kriminalitas tahun 2005.

Seneng kan, Pak? Jarang2 lho kami memuji pemerintahan Bapak.

Semua ini bisa terjadi, kemungkinan, karena turunnya angka pengangguran di Indonesia. Seperti yang kalian tahu, pengangguran menciptakan kemiskinan yang pada akhirnya menciptakan kriminalitas. Kalau pengangguran turun, efek dominonya juga sama, yaitu turunnya kriminalitas.

Yah, walaupun standarnya masih agak aneh, seperti yang kami ulas sebelumnya, kita tidak dapat memungkiri bahwa pengangguran jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan dalam kasus khusus, sebenarnya kita sudah lebih baik dari beberapa negara Eropa dalam hal pengangguran. Di beberapa negara di Eropa, 1 dari 5 orang sudah menganggur, thanks to greed and high labor cost.

Mungkin ini saatnya Spanyol memulai population control menggunakan jasa banteng untuk mengurangi pengangguran.

Untuk menjelaskan permasalahan, seriously, kami tidak sedang mengatakan bahwa Indonesia sudah aman, seperti kami tidak mengatakan bahwa Indonesia sudah sehat, kami hobi juga kok menjelek-jelekkan Indonesia. Kami hanya ingin mengatakan bahwa kita tidak sedang dalam proses panjang untuk menjadi negara yang gagal.

Bahwa di beberapa sisi, Indonesia benar-benar membaik. Terutama di poin berikut ini……

Bersambung ke halaman berikutnya…

Halaman: 1 2

Next »

Kegilaan Terkait

5 Kemajuan BESAR Indonesia Yang Tidak Pernah Di-Blow-Up Media Massa

OMG! Tidak punya FB? Tetap tinggalkan komentar

  

  

  

Kamu dapat menggunakan tag HTML ini

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Kemajuan Indonesia sudah jelas terasa dengan pemimpin yang “berpendidikan” ini. segala sesuatunya dipertimbangkan lebih matang. Warisan hutang IMF dari presiden terdahulu sudah bisa diatasi dan hampir lunas terbayar. jangan gugat pemerintah jika mesti belanja alutsista/ peralatan tempur militer, karena kedaulatan rakyat bergantung pada hal tersebut untuk menjaga kepulauan Indonesia. Semua negara sedang berlomba-lomba menguatkan pertahanan negaranya sekarang. Saya mendukung spesial kepemimpinan SBY